Thursday, February 17, 2011

Agar bisa duduk manis di Busway

Tak terasa, sudah banyak banget masyarakat Jakarta yang menggunakan moda transportasi busway untuk keseharian mereka, akibatnya busway selalu penuh dengan penumpang. Apalagi di jalur ramai seperti ragunan-kuningan, blok m-kota ataupun jalur baru Pinang ranti pluit. Kalau melewati jalur ramai, bisa dipastikan bakal macet. Nah, gak mau donk berjam jam selalu berdiri. Ini ada beberapa tips penting dan gak penting agar bisa duduk. btw, ini diluar ketentuan yg berlaku bahwa prioritas duduk untuk Manula, Cacat, Ibu Hamil dan Yang membawa anak kecil

1. Datang lebih awal
tentunya ini tips paling umum, semakin kita datang lebih awal, semakin dapat kesempatan banyak untuk bisa dapat tempat duduk.

2. Datangi Terminal Keberangkatan pertama
Selain datang lebih awal, tentunya kita bisa mendatangi terminal keberangkatan pertama, terutama bagi yang tempat tinggalnya deket dg terminal pertama ini. Bisa juga kita naik busway yang lawan arah, nah, pas nyampe di ujungnya baru ganti ke arah tujuan utama

3. Waspada
Begitu sudah masuk kedalam, kita harus selalu waspada jikalau ada penumpang yang mau turun. tanda-tandanya yang bersangkutan sudah resah dan gelisah, melihat lihat keadaan luar, siap siap dengan tas nya, yang semula mendengarkan lagu tiba2 mencopot earphone nya. nah, pas dia sudah mau keluar, cepet cepet ambil posisi duduknya. Tapi ingat, dahulukan buat 4 kriteria yg berhak duduk duluan diatas, ntar dikira kita nggak toleransi

4. Mendekati pergantian Halte
Biasanya banayk penumpang akan turun jika mendekati pergantian Halte antar koridor, saat itu adalah saat yang tepat untuk mendapatkan kursi kosong

nah, sudah siap mencoba? jangan lupa pahami dulu jalur busway dan koridornya, serta lokasi halte haltenya. Jangan sampe kita fokus mau duduk, ternyata halte yang mau kita tuju sudah nyampe

Wednesday, February 16, 2011

Jakarta Sepanjang Busway #2, Menikmati perjalanan

Ada berbagai hal yang orang lakukan untuk menikmati perjalanan menggunakan busway atau menghabiskan waktu selama di busway. Entah itu saat kondisi bis sedang penuh, atau saat macet melanda jalur busway (meski punya jalan sendiri tidak menutup kemungkinan busway gak kena macet lho). Dalam berbagai kesempatan naik busway, saya perhatikan orang-orang mulai menikmati perjalanan. Apa sih yang mereka lakukan?

1. Mendengarkan musik memakai earphone
Banyak sekali penumpang busway yang memanfaatkan waktu dengan mendengarkan musik, tidak dari musik busway yang kadang ada kadang tidak ada, tapi mereka mendengarkan musik langsung dari gadget yang mereka bawa. Entah itu dari HP biasa, smart phone, BB ataupun MP3 standard. Kalau musiknya sih kagak ada yang tahu ya, bisa di lihat dari expresi wajah mereka. Kalau house musik pastinya kepala akan geleng geleng, kalau musik dangdut mungkin jempol kaki nya yang bergoyang, kalau musik melayu atau pop, mungkin bisa di nikmati sambil merem. Intinya mereka sangat menikmati mendengarkan musik meskipun tangannya bergelangtungan sambil berdiri karena tidak mendapat kursi

2. Menutup mulut rapat-rapat
Menikmati sambil puasa bicara. Buktinya, banyak yang pakai masker dan lucu lucu pula bentuk dan gambarnya. Ada yang hanya pakai masker apotik warna biru, ada yg dari batik, bergambar senyum serta gambar lainnya.Intinya mungkin saja mereka puasa ngomong, buktinya mulut mereka ditutup gitu.

3. Tidur
Nah, yang satu ini neh yang bener2 menikmati suasana busway karena dapat tempat duduk yang enak, plus ada AC nya, jadinya bisa benar-benar tidur pulas sampai terminal busway terakhir. Apalagi kalau sudah capek pulang kerja

4. Asyik main FB dan Twitter
Kalau yang satu ini bisa menikmati busway karena asyik mengerjakan sesuatu, yakni main FB ,Twitteran, atau BBM an dengan temennya. Kadang ada yang cekikan karena keasyikan chatting dan tidak peduli lingkungan sekitar

nah, sobat, versi manakah kalian?he he he

Monday, February 14, 2011

Sepanjang Jalan Pondok Gede

Edisi kali ini saya akan membahas kondisi Sepanjang Jalan Pondok Gede, kalau sobat pernah kedaerah ini pasti sudah tahu kondisinya. Bagi yang belum, akan saya gambarkan kondisinya. Jalannya tidak terlalu panjang, hanya sekitar 3KM saja, dimulai dari Tamini Square. Bagi yang dari daerah cawang ke arah tol jagorawi, keluar di pintu tol TMII (keluar pertama), langsung disambut dengan Tamini Square. tapi ingat, begitu keluar tol tadi ada 2 percabangan, ambil yang kiri. Mulai waspada dengan macet di pertigaan Garuda (depan RM Sederhana Garuda), biasanya disitu diatur pak Ogah dan banyak angkot ngetem dan tidak ada Traffic light nya.

selepas dari pertigaan itu, mulai lancar kembali. Perhatikan kanan kiri karena banyak kuliner yang nikmat, dimulai dari Pecel Lela (yang baru ngetrend), ada di sebelah kiri, lalu ketemu Pom Bensin, kemudian bakal menemukan terminal Busway koridor 9 pinang ranti. setelah melewat asrama Haji Pondok Gede yang terkenal itu, sobat akan menemukan penjual durian montong yang berjualan sepanjang tahun. Bagi yang suka durian, bisa mencoba beli disini. Pas  di depan penjual durian ini, ada jalan tembus ke TMII pintu 2

Biasanya setelah melewati asrama Haji Pondok Gede, jalan cenderung lancar meski banyak pertigaan, sampai bertemu dengan pertigaan Lubang Buaya (monumen pancasila sakti). Pada jam jam tertentu, pertigaan ini macet karena pertemuan arus dari arah lubang buaya dimana disana banyak sekolah. Sepanjang jalan sebelum pertigaan lubang buaya ini, banyak sekali penjual Bunga (untuk ucapan selamat),  penjual bungan taman, serta penjual mebel yang kayaknya buka 24 jam.

Nah, begitu melewati pertigaan lubang buaya tadi, siap siap dihadang macet menjelang jembatan molek (dimana jembatan ini sebagai pemisah antara DKI Jakarta dan Jawa Barat). Jalan sebelum jembatan ini sangat mulus, nah, begitu lewat jembatan, Jalan langsung Rusak parah dan menjadi sumber kemacetan disini terutama waktu berangkat dan pulang kerja. Jika berhasi melewati jembatan ini, anda akan disambut dengan deretan ruko disebelah kiri dimana didepannya juga banyak penjual makanan dan kuliner khas jakarta (nanti akan saya bahas terpisah untuk ini), dan setelah itu terdapat Plaza Pondok Gede di sebelah kanan jalan, ini menandakan berakhirnya Jl. Raya Pondok Gede

Jadi, begitulah kondisi Sepanjang Jalan Pondok Gede dari Tamini Square sampai Plaza Pondok Gede. Selamat melewati

Saturday, February 12, 2011

Kuliner Sepanjang Jalan#sate gule tegal parang

Bagi sobat sobat yang suka kuliner,tentunya rajin mencari kuliner baru atau
memburunya bahkan sampai keujung manapun.Nah,kalau suka masakan sate gule kambing,lokasi yang satu ini sangat
recomended. Kebetulan saya dulu tinggal didaerah mampang 8 atau masuk dari jalan tegal parang. Ada sebuah warung sate gule
Yang sangat yummi. Satenya empuk banget,tidak berbau kaming apalagi guleny,wuihhh sangat menggoda sekali.selera makan langsung
Muncul.kuah gule nya kental,aromanya menggoda selera,dan tentunya tidak bau kambing.

Dengan porsi yg cukup banyak,harganya juga sangat ekonomis dan dijamin mengenyangkan deh. Dari 3 kali pengalaman mengajak teman
Kesana,ketiga kelompok teman saya itu langsung jatuh cinta pada rasa pertama. Nah, pingin tahu lokasi tepatnya?
Nama warungnya, warung sate gule pak Min, dipinggir jalan tegal parang.kalau dari Pancoran arah semanggi, masuk lewat jalan
Pas setelah Universitas Paramadina, ada jalan masuk, kira-kira 300 meter, ada disebelah kiri. Didepan warungnya ada pembakaran sate
Dan aroma gule nya begitu menggoda. Disini juga bisa memesan tongseng, nasi goreng dan lainnya

Pingin coba?awa ketagihan, seperti hal nya saya selalu ketagihan untuk datang kesitu. Selamat menikmati Kuliner Sepanjang Jalan

Thursday, February 10, 2011

Jakarta Sepanjang Busway #1

Lanjutan dari tulisan sebelumnya dan memmindahkan edisi busway di FB ke blog ini. Kalau sobat-sobat sudah pernah naik busway, pasti tahu donk kalau kursinya memanjang dan sulit untuk berinteraksi dengan sekitarnya apalagi sekarang busway sangat padat (terutama koridor 9) karena bis reguler Patas 6 dan PPD 46 sudah mulai dihapuskan. Nah, tadi malam bis tidak terlalu padat. Ada sekumpulan ibu ibu dan mbak mbka yang rameee banget, kebetulan saya berdiri disekitar mereka. saya kira sedang ada arisan (memangnya hanya di KRL aja yg ada arisan), ternyata memang mereka lagi arisan tanpa ada kocokan arisan, maksudnya cuma ngegosip doank, ha ha ha.hampir setengah jam terus aja ibu2 itu ngobrol ngalor ngidul, mulai dari gosip kerjaan sampai gosip keluarga. dalam kondisi rame itu, ternyata ada seorang laki-laki yang terjebak duduk diantara kelompok ibu-ibu tadi. nampaknya tuh orang bingung banget, salah tingkah, ndak bisa tengok kanan tengok kiri, mau berdiri juga males (sayang sudah dapat tempat duduk), gak bisa join ngrumpi (mungkin bukan anggotanya). Akhirnya penderitaan mas itu berakhir, setelah 2 anggota rombngan arisan tadi turun disalah satu halte dan akhirnya arisan selesai.

coba kalau jalan macet, bisa tambah panjang tuh acara arisan. anyway, apakah ada sobat-sobat yang pernah buat arisan di busway? jangan mau kalah sama arisan KRL donk, apalagi buat jeung jeung

Wednesday, February 9, 2011

edisi percobaan

dear friends,

akhirnya blog ini bisa saya buat, meskipun cita citanya sudah lama banget mau buat. akhirnya kesampaian juga. pertama, mengapa saya memilih nama blog saya dengan jakartasepanjangjalan, karena banyak hal yang terjadi di jakarta terutama sepanjang jalan. entah itu masyarakat yang sehari hari tinggal, bekerja atau pun hiruk pikuk jakarta. semoga blog ini bisa bermanfaat dan minta input dari teman teman semua

terimakasih